BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Wednesday, June 8, 2011

TIPS, TRIK, STEP BY STEP DAN CARA MEMBENTUK ROTI

 
Aku membuat catatan ini, karena keluargaku suka makan roti, dan aku ingin berbagi pengalaman setelah  berulang kali aku membuat roti.

Terutama untuk membentuk roti, karena aku sendiri merasa sangat kesulitan mencari informasi cara membentuk roti selain berbentuk bulat atau lonjong hehehe.....
Makanya berpuluh kali membuat roti, paling sering ya model bulat, atau lonjong. Itu pun kadang bentuknya masih kurang seragam, terutama yang lonjong hahaha....
Dari melihat bentuk-bentuk roti yang ada di internet, sepertinya tidak ada satu pun yang menyertakan caranya, bagaimana supaya bentuknya menjadi seperti ini dan seperti itu, tampak cantik-cantik seperti di bakery.
Apa aku saja yang terlalu bodoh atau kuper ya.... mungkin banyak dimuat di majalah juga, cuma aku tidak tahu saja...

Aku mulai dari tips n trik yang aku dapat dari berbagai sumber ya....

Kunci pembuatan roti yang empuk dan menul-menul seperti di bakery adalah PENGULENAN dan WAKTU PROOFING yang pas.
Adonan mengembang, tidak otomatis membuat tekstur roti menjadi empuk. Komposisi bahan juga mempengaruhi hasil akhir.

Ada beberapa tips dalam pembuatan roti

- Pastikan pengadonan benar-benar KALIS ELASTIS, tidak hanya KALIS.  Kalau adonan ditarik sampai tipis tidak sobek.

- Pastikan adonan roti dibiarkan dengan waktu proofing yang PAS. Biasanya, setelah elastis, dibiarkan kurleb 10-15 menit.

Kemudian di rounding/dibulatkan, biarkan 10 menit. Setelah itu baru dibentuk sesuai selera dan biarkan kurleb 45 menit (kalau punya lemari proofing  bisa cuma 30 menit).
- Setelah roti matang, panas-panas olesi dengan butter agar lebih moist dan wangi
- Untuk mendapatkan hasil yang empuk, gunakan hanya kuning telur saja, tambahkan bread improver, gunakan butter bukan margarin. Pengalaman, tanpa obat pun bisa empuk menul-menul, asala pengulenan adonan benar-benar ELASTIS.


TIPS DARI ANEKA ROTI:

TIPS MEMBUAT ROTI
- Timbang bahan dengan tepat sesuai resep.
- Cara menyimpan sisa tepung, masukkan dalam kaleng yang kering dan bersih dan tutup rapat. Bila ingin menambahkan tepung yang baru, habiskan dulu yang lama.
- Saat membeli ragi perhatikan tanggal kadaluwarsanya.
- Menguleni adonan harus benar - benar elastis supaya roti mengembang sempurna.
- Sebelum masuk oven, bentuk roti sebaiknya dibetulkan kembali karena setelah mengembang, bagian bawah roti seringkali terbuka

KEGAGALAN YANG SERING TERJADI SAAT MEMBUAT ROTI
Penyebab adonan tidak mengembang :
- Ragi tidak aktif.
- Pengulenan adonan tidak elastis.
- Waktu fermentasi kurang.

Penyebab roti keriput :
- Fermentasi terlalu lama.
- Jumlah pemakaian cairan terlalu banyak dibanding pemakaian tepung.

Penyebab roti pucat warnanya :
- Kurang gula / lupa memasukkan gula
- Api kurang panas.
- Pengolesan kurang tebal

Penyebab roti tidak meninggi tetapi melebar :
 - Jumlah cairan terlalu banyak dibanding dengan tepung.

Penyebab roti keras :
- Tepung terlalu banyak.
- Pengulenan tidak sampai elastis.
- Pegovenan terlalu lama ( misal karena api terlalu kecil ).

Penyebab bagian tengah roti tidak matang :
 - Api terlalu kecil hingga setelah 10 menit di oven, hanya bagian luar saja yang matang.
- Suhu oven sudah pas, hanya pengovenan kurang lama

Penyebab roti berlubang - lubang :
- Fermentasi terlalu lama.
- Ketika fermentasi usai, adonan tidak dikempiskan dulu.
- Sebelum diisi, adonan tidak digiling dulu.

Penyebab tekstur roti tidak berbentuk :
 - Adonan tidak diuleni sampai elastis

Penyebab bagian bawah roti terlalu keras
- Roti terlalu lama di oven.

Penyebab roti terlalu asam :
- Ragi terlalu banyak.
- Fermentasi terlalu lama.

Penyebab permukaan roti tidak mulus :
 - Ketika dibentuk, permukaan roti tidak dilicinkan dulu.

Penyebab roti berjamur :
- Belum lewat sehari roti berjamur, karena roti yang masih panas, sudah dimasukkan dalam kantong plastik dan dibungkus rapat.


Demikian untuk tips n trik tentang roti.....
Sekarang beralih ke cara membentuk roti.


Dari mulai yang paling sederhana, aku eksperimen sendiri waktu itu, adonan yang sudah dibentuk bulat atau lonjong atau oval, diberi keratan-keratan dengan pisau atau gunting. Yah setidaknya ada modelnya dikit lah hehehe.....

Pernah juga meniru salah satu bakery yang ada di kotaku, bentuknya kurang lebih seperti ini, tapi masih lebih bagus yang di bakery tersebut, tentu saja....
Rotinya dibelah, dan sebelum dipanggang diberi butter beku di bagian yang berlekuk itu, lalu ditabur gula pasir.


Bisa juga adonannya dibuat lonjong, lalu setelah matang, dipotong menjadi 2, lalu direkatkan dengan butter cream dan ditaburi keju atau meses, seperti ini....

Kalau suka model roti bantal, adonan roti ditimbang sekitar 40 gram dan diberi isian, lalu ditata di dalam loyang, nanti roti tersebut akan mengembang mengikuti bentuk loyangnya.


Lama kemudian, aku memperoleh sebuah video tentang promo suatu produk, di mana salah satunya ada adegan membentuk roti. Sebetulnya cuma 2 macam sih, dan mirip pula.... tapi kemudian dari situ mulai bisa membuat bentuk yang agak cantik ^_^

Aku coba memberi step by step nya ya.... mudah-mudahan bisa dimengerti...

1. Bentuk dasar (bulat)


Mungkin untuk yang baru belajar membuat roti masih kesulitan membulatkan adonan yang sudah ditimbang. Susah membuat bentuknya jadi bulat sekaligus mulus permukaannya.
Caranya adalah dengan "dicubit-cubit" ke bawah (ke satu arah). Usahakan cubitan-cubitan itu agak diremas sedikit supaya nantinya tidak terlepas bagian bawahnya.




2. Bentuk seperti ini:


Pertama, setelah adonan ditimbang (aku biasanya 60 gram), dipipihkan. Biasanya aku menggunakan botol bekas yang sudah dicuci bersih dan dihilangkan semua stickernya. Pernah menggunakan rolling pin kayu, tapi lengket hehehe....


Setelah dipipihkan, beri isian sesuai keinginan di tengahnya, misalnya parutan keju, atau selai coklat.
Setelah itu, kerat bagian pinggir kanan dan kiri.
Lipat menyilang bergantian kanan dan kiri.
Untuk lipatan terakhir, usahakan agak ditarik supaya mulur, lalu direkatkan melingkar supaya erat ikatannya, tidak terlepas saat mengembang.
Jadilah satu bentuk cantik ^_^



3. Bentuk seperti ini:

Sama dengan sebelumnya, timbang dan pipihkan, tapi kali ini isiannya diletakkan di sisi pinggir, dan dikerat melintang satu sisi.
Gulung dari arah isian ke arah keratan.
Perhatikan juga agar tiap ujung keratan terikat rapat ya, karena kalau tidak bisa lepas saat mengembang.


Cantik juga kan jadinya?? ^_^



4. Bentuk seperti ini:





Bentuk ini adalah variasi dari bentuk nomor 3.


Setelah langkah terakhir, pertemukan ujung-ujungnya, atau hanya dibentuk melengkung juga bisa.

Jadi bentuk yang cantik kan? ^_^


Untuk semua bentuk roti, bisa divariasi dengan tambahan pasta, misalnya pasta coklat, pasta pandan, dan sebagainya.
Kalau ingin 2 warna, sebagian adonan diberi pasta, sebagian tidak, lalu adonannya dibulatkan jadi satu.
Untuk step by step bentuk 3 dan 4 di gambar,ada adonannya yang aku campur kismis karena anakku suka kismis.
Jadi adonan roti pada dasarnya bisa divariasi sesuai selera ya.... ^_^

Kalau untuk resep yang aku pakai untuk roti-roti di atas, bisa lihat di sini.

Hmmm baru sampai segitu sih ilmuku hehehe..... karena keluargaku sukanya isian coklat, keju atau kismis saja. Kalau untuk isian pisang, bisa dibuat seperti model roti jaman dulu.
Ini belum pernah kucoba, tapi pernah lihat saudara di Bandung waktu aku masih kecil, jadi pisang yang sudah dikukus, lalu adonan rotinya dibuat panjang seperti ular, lalu dililitkan melingkari pisang tersebut.

Oya ada beberapa tips dariku dalam membuat roti, terutama untuk "produsen" rumahan seperti aku.

1. Untuk isian coklat, jika isiannya menggunakan meses atau DCC, adonan roti harus benar-benar rapat, kalau tidak, pada saat dipanggang biasanya coklatnya bocor keluar.
Untuk amannya, bisa menggunakan filling coklat (bentuknya selai coklat khusus untuk filling cake dan roti), aku biasa pakai merk tulip, tapi merk lain juga banyak kok. Cuma aku baru mencoba merk itu dan hasilnya enak dan cukup memuaskan menurutku.

2. Kalau menggunakan kismis, lebih baik kismisnya dipotong-potong dulu, kalau besar-besar lebih susah menyatu dengan adonan rotinya.

3. Sebelum dipanggang, bisa diolesi dengan kuning telur atau susu evaporated supaya hasilnya mengkilap. Tapi kalau lagi males.com aku juga sering polosan saja hahahaha....
Setelah dipanggang juga bisa diolesi butter supaya lebih wangi.

4. Kalau lengket menggiling adonan dengan rolling pin,  dialasi dengan plastik lembaran ya, maka jadi tidak lengket lagi....

Di atas aku share beberapa bentuk roti yang pernah aku buat ya.... dari yang awal-awal bentuknya nggak karuan sampai yang terakhir waktu sudah bisa membentuk lebih cantik dengan foto yang lebih layak pula hehehe....

Semoga tulisanku ini berguna dan bisa membantu yang ingin membuat bentuk roti supaya tidak bosan dengan bentuk bulat saja.....
Kalau ada update lagi, akan aku tambahkan di sini juga.

Selamat mencoba ^_^

126 comments:

  1. bermanfaat sekali mbak.....trimakasih....
    aku juga sering bikin roti, tp tdk pernah kuat sampai elastis. itu aja sdh bisa empuk, apalagi kalo elastis ya. maklum, tenaga otot dan keringat.....kadang sudah setengah jam sdh lemes tp blm elastis juga ya sudah hehehehehe....aku bookmark ya...

    ReplyDelete
  2. Iya mbak Endang, silakan dibookmark, senang jika bisa berguna ^_^
    Dulu juga saya kalau bikin nggak sampai elastis mbak, cuma sampai kalis saja. Oya, pernah baca tips dari mbak Rina Rinso, katanya dengan dibanting 10 kali dari atas (kitanya naik bangku), jadi lebih cepat elastis lho mbak... mungkin bisa dicoba, karena bisa hemat tenaga ^_^

    ReplyDelete
  3. wah roti nya cantik cantik sekali...
    makasih tips nya :D

    ReplyDelete
  4. sama-sama mbak Arni... semoga bermanfaat ^_^

    ReplyDelete
  5. top deeeeh !!!
    entar aku mau coba....masih ga sempet neeeh...

    ReplyDelete
  6. Waduh mbak, postingan so helpful banget. Anak-anak juga pecinta roti, and aku sangat mati gaya kalo bikin roti... modelnya cuma itu-itu aja.... Tengkiyu for sharing ya mbak...

    ReplyDelete
  7. sama-sama mbak Sandra... semoga bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga tercinta ya.... ^_^

    ReplyDelete
  8. terima kasih atas teknik membentuk roti..

    ReplyDelete
  9. Sama-sama mbak Lina, mudah-mudahan bermanfaat ya... ^_^

    ReplyDelete
  10. Mbak Irene, rotinya cantik-cantik, pasti rasanya enak dan lembut. Btw, kemarin aku bikin roti, tapi kok gak rapi ya..., terus pas ada bagian yang terbuka setelah adonannya didiamkan (siap dipanggang), gimana caranya supaya kelihatan mulus lagi? Mohon petunjuk. Thanks a lot... :-)

    ReplyDelete
  11. Makasih Mbak Ella.... Nggak rapinya bagaimana ya? Apa mungkin kurang elastis jadi kurang mulus saat dibentuk?
    Kalau ada bagian yang terbuka, direkatkan lagi saja, nanti pada saat dipanggang nggak akan terlalu terlihat kok.....

    ReplyDelete
  12. terima kasih tips-tipsnya, mbak. berguna sekali ide bentuk-bentuk rotinya :)

    ReplyDelete
  13. sama-sama.... semoga bermanfaat ya... ^_^

    ReplyDelete
  14. Hai Irene, saya baru aja nemu blog kamu dan seneng banget. Saat ini sedang belajar bikin roti, tapi ya itu kalo ga lonjong ya bulet lah hehehe.... makasi banget berkat adanya tips dari Irene jadi saya semangat lagi untuk segera mencoba... :) GBU

    ReplyDelete
  15. Hallo Aay.... Senang jika artikel ini bisa bermanfaat... Semoga jadi makin semangat membuat rotinya ya... kalaupun pertama kali belum jadi atau belum bagus, jangan putus asa, coba lagi hehehe.... ^_^

    ReplyDelete
  16. sangat bermanfaat mba.. thanks alot for the critics at ncc milis

    ReplyDelete
  17. sama-sama... semoga jadi lebih bersemangat lagi ya bikin rotinya... ^_^

    ReplyDelete
  18. mba irene salam kenal, trims infonya ttg roti d^^b.. bermanfaat sekali ...

    ReplyDelete
  19. sama-sama mbak Hanni... salam kenal balik... senang bisa membantu ^_^

    ReplyDelete
  20. wah kayaknya mbak irene ini sudah ahli bgt soal roti.. makasih bnyk sudah mau berbagi ilmunya yaa.. benar-benar membantu saya yg ingin belajar membuat roti.. thx u.. :)

    ReplyDelete
  21. terima kasih kembali... sebetulnya bukan ahli, tapi banyak belajar dari pengalaman dan kesalahan hehehehe....

    ReplyDelete
  22. Hai mba,salam kenal. Ngaduknya pake mixer atw pake tangan? Biar kalis elastis gitu? Trus pny tips unt bikin roti pake otang ga mba? Kmrn nyoba bikin tapi ga empuk sm atasnya ga coklat,pdhl udah pke diolesin kuning telur.tq

    Feli

    ReplyDelete
  23. Hallo Feli.... kebetulan saya membuat roti ini menggunakan mixer heavy duty Bosch. Soalnya jujur saja kalau pakai tangan nggak kuat hehehehehe.... habisnya sekali bikin 1 kg tepung jadi 2kg adonan.

    Kalau menggunakan otang, yang penting kenali otang yang kita pakai. Sampai saat ini saya masih lebih sering menggunakan otang daripada oven gas, oven gas lebih banyak saya gunakan memanggang kue kering saja.

    Kalau tidak empuk dan atasnya kurang coklat, kemungkinan besar apinya terlalu kecil, sehingga yang bagian belum sampai coklat yang bagian dalam sudah ikut kering. Sebetulnya yang betul adalah mengenali kompor dan otang ya... bukan otangnya saja.
    Jadi kita bisa mengepaskan sendiri kira2 kalau putaran gasnya sekian, suhunya kira-kira seberapa.

    Kalau saya menggunakan kompor gas rinnai 4 mata, itu putaran gasnya mendekati maksimal menggunakan mata yang standar (ada mata kompor yang besar, kalau putarannya maksimal bisa gosong, cocoknya untuk kue bolu gulung).

    Kurang lebih seperti itu. Jadi coba Feli misalnya kompornya dimaksimalkan, apakah nanti jika luarnya coklat, dalamnya sudah matang dan lembut? Kalau bagian dalamnya kurang matang berarti kebesaran apinya, jadi dikecilkan sedikit. Kurang lebih demikian prakteknya... jadi memang harus coba-coba, tidak usah takut gagal, paling-paling gosong hehehehe....

    Nah mudah-mudahan ke depannya bisa membuat roti untuk konsumsi keluarga ya.... ^_^

    ReplyDelete
  24. Hai mba..tq bgt ya udah djawab..jd smangat lg ni..kmrn s4 jd kapok bikin roti. Hbs jadinya ga mnggiurkan gt pnampakannya..mau bagi tetangga kok ya malu..hihi..jadinya ngabisin sndiri..(bagian ini kayanya yg bikin kapok..wkwkwkwk)
    Yayya..bsk bikin ah..tar ak laporin ya..oia,pake mixer bosch yg mana mba? Apa smua mixer bosch bs bwt roti ya? Klo hand mixer biasa kynya bakal pingsan tuh ya klo di ajak bikin roti..klo gt nabung ah..sementara nyiapin kursi aja dl deh bwt melempar2 adonan..heheh

    Feli

    ReplyDelete
  25. Hihihi jangan kapok dong... aku sendiri dulu berkali2 lho, mengalami tahap gagal atau semi gagal (jadi tapi nggak memuaskan, nggak sesuai harapan)... tapi berhubung suami sama anak doyan roti ya dicoba lagi dan lagi... hehehe...

    Kalau mixer bosch kayaknya cuma ada satu tipe ya... waktu itu saya beli tahun 2000 an jadi udah kuno banet, tapi masih kuat lho...
    Iya sementara kalau pakai tangan katanya lebih cepat kalis elastis justru kalau dibanting dari ketinggian... hmmm mudah-mudahan percobaan berikutnya lebih baik dan lebih baik lagi ya... jangan menyerah, semangat terus.. ^_^

    ReplyDelete
  26. waw lama browsing, akhirnya dapet juga postingan yg bagus tentang trik mencetak roti. makasih ya.. akan saya coba...

    ReplyDelete
  27. trinitati saragihMay 10, 2012 at 3:17 PM

    Thanks banget deh Mbak. Ini bisa jadi bahan pelajaran saya. Smoga roti saya selanjutnya akan lebih enak, empuk dan tentunya tampilan yang cantik menggoda selera:-)

    ReplyDelete
  28. mba, aq ijin copi paste ya, pingin bikin roti gak pernah bisa. klo bli roti di papua tuh mahal banget, sekali makan berasa duit pdhal isinya coklat doang bentuk bulat biasa. boleh ya....

    ReplyDelete
  29. Silakan dicoba, semoga sukses membuatnya ya... jadi tidak perlu membeli roti lagi tapi bisa membuat sendiri ... ^_^

    ReplyDelete
  30. Mb.Irene,Tks banyak atas tips buat roti dg Otang,karena selama nyoba dg Otang :
    1.Sewaktu Proofing 90 menit ( Pakai Otang dg diberi Panci berisi Air Panas )Adonan roti dalam loyang ( rt.sobek bisa mengembang 2X )Tapi Adonan roti Manis biasa (bentuk Bulat)= hanya sedikit Mengembang.Kira2 apa penyebabnya ?
    2.Sewaktu Baking dg Otang = Roti Sobek Lumayan Mengembang-cukup empuk,Tapi Roti Manis Bulat = sedikit Mengembang,kering.
    Panas Oven Rinai = 1/4 Putaran sj...takutnya Gosong...Panas yg Pas dg Otang,Tips nya bagaimana ya ?
    3.Roti sy uleni dengan tangan,smp elastis (bikin percobaan 100 gr tepung),tetapi Tidak bisa sampai tipis banget kalau ditarik (berlubang,bila ditarik sd menipis;sebagian sdh bs transparan).
    4.Adonan Roti Manis/Sobek,Pakai Ragi Instant = rasio 2,2% dr berat Tepung,Pernah Pakai Roti Basah = 3 X dr Ragi Instant (lebih lembab & beraroma,tapi hasilnya sama sj,Yaitu = sewaktu Proofing dg Otang = Roti Manis sedikit mengembang,Roti Sobek cuma Mengembang 1 X;sewaktu Baking = Roti Manis sedikit sekali mengembangnya & Kering,Tapi Rt.Sobek bisa lumayan mengembang,Belum bisa MELAR seperti yg dijual di Bakery......

    Mohon dibantu pencerahannya.....

    Terima Kasih

    Ita

    ReplyDelete
  31. Salam kenal Ita...

    Waktu proofing selama 90 menit jangan terlalu jadi patokan, karena lamanya proofing juga tergantung pada banyak faktor. Kalau memang untuk roti manis, dalam 90 menit belum mengembang seperti yang diinginkan, tambah saja waktunya. Saya biasanya sampai 2 jam juga tidak apa-apa kok...
    Bahkan waktu itu karena raginya sudah agak lama dibuka, pernah waktu proofingnya sampai 3 jam lebih hehehe....

    Kalau hasil pemanggangan rotinya terasa kering, ada baiknya air/susunya ditambahkan pada saat menguleni.
    Menguleni dengan tangan memang hasilnya akan susah sama dibandingkan menggunakan mixer heavy duty. Kalau memang keluarga suka roti dan sering membuat, tidak ada salahnya menganggarkan untuk membeli mixer heavy duty...
    Untuk oven, ini kita harus mengenali dengan baik kompor dan oven kita. Kalau saya menggunakan kompor rinnai tanam yang 4 mata, itu menggunakan api yang pancarannya tidak paling besar tapi putarannya sampai maksimal.
    Idealnya memanggang roti suhunya 180-200 celcius.

    Mudah-mudahan sedikit banyak bisa membantu ya... ^_^

    ReplyDelete
  32. Mbak, mau tanya kalo misalnya saya menggunakan tepung sudah agak lama,sejak bulan mei, dan penyimpanannya saya hanya simpan di dalam plastik dan saya karetin, apakah itu masi bole digunakan? atau bakal pengaruh sama hasil akirnya? Sama juga dengan bread improver. saya simpan cuman dikaretin saja di dalam plastiknya. Apakah tdk apa2??? ato harus beli baru? :)

    ReplyDelete
  33. Oh ya, saya jg waktu itu buat roti, tapi hasilnya agak kasar. dalemnya berlubang n kasar, padahal fermentasinya ga kelamaan dan udah dikempisin... kira2 knapa ya?

    ReplyDelete
  34. Tepung saya rasa cukup awet apabila tidak terpapar udara langsung, apalagi udara lembab ya... jadi kalau plastiknya rapat, karetnya kencang, dan tidak ada tanda2 berkutu, saya rasa nggak akan ada masalah. Demikian juga dengan bread improver.
    Menurut saya pribadi, terkadang kemasan plastik asal plastiknya rapat, tidak berlubang, dan dikaret dengan kencang, justru lebih baik daripada menggunakan semacam tupperware yang ternyata tidak 100% kedap udara kok...

    Untuk roti yang kasar dan berlubang, kemungkinan besar adonannya kurang sampai kalis elastis. Memang membuat roti kalau manual, hasilnya akan sulit menjadi seperti yang ada di bakery... kalau ada dana lebih, mungkin bisa dialokasikan untuk membeli mixer heavy duty supaya memudahkan membuat roti dan cake apa pun... ^_^

    ReplyDelete
  35. Apakah pemakaian bread improver lebih banyak dapat meningkatkan kehalusan & keempukan roti?

    ReplyDelete
  36. Kemudian saya juga menggunakan bread improver merk baker's bonus. apakah hasil yg akan dihasilkan sama dengan menggunakan bread improver S-500? :)

    ReplyDelete
  37. Baker's bonus atau S500 hanyalah merk saja, apa pun merknya bisa dipakai kok... tidak ada masalah. saya sendiri kebetulan menggunakan baker's bonus.
    Yang pasti, penggunaan bread improver TIDAK BOLEH melebihi yang ditentukan, karena tidak akan menambah keempukan roti, tapi kalau tidak salah malah membuatnya jadi berasa asam. Untuk 1 kg terigu saya biasa menggunakan 1/2 sendok teh baker's bonus (kurang lebih 4-5 gram), dan itu sudah empuk sekali dan halus serat rotinya.
    Yang paling menentukan empuk tidaknya roti adalah pengadonan yang betul-betul sampai kalis elastis....

    ReplyDelete
  38. di resep kok tulisnya untuk 1 kg terigu = 1 sendok teh improver? mana yang benar ya? :D

    ReplyDelete
  39. Heheheh yang akurat lebih baik pakai gram ya.... kalau pakai sendok ukur memang 1 sendok teh peres, tapi karena sudah terbiasa, saya pakai sendok teh biasa tapi bentuknya agak dalam, itu saya pakai 1/2 sendok saja, beratnya sudah mencapai yang diinginkan... ^_^

    ReplyDelete
  40. Setelah saya praktekkan dg Nyala Api Besar ( Pakai Otang ),Roti tidak Kering seperti sebelumnya ( sebelumnya dg Api Kecil, bth waktu lama ).Cuma Ukuran Roti tidak bisa SEBESAR yg dijual Bakery....
    Apa benar,kalau NgUleni Adonan Roti pakai Tangan,Hasil Akhir Baking tidak sebesar kalau pakai Mixer ?..walau diuleni tangan sd Kalis ( bisa melar tipis,bila ditarik perlahan....cuma kalau ditarik memanjang...masih bisa sobek/lubang )...

    Ciri Kalis Elastis,kriterianya seperti apa ?..Apa kalau adonan ditarik kuat,bisa terbentuk lapisan tipis TANPA Robek sedikitpun....

    Terima Kasih.


    Ita

    ReplyDelete
  41. Hallo Ita,

    Kalis elastis, adonan tidak akan robek bila ditarik sampai tipis.... sepertinya memang jika diuleni dengan tangan akan sulit untuk mendapatkan hasil kalis elastis yang sama dengan apabila adonan diuleni dengan mixer heavy duty.

    Untuk ukuran roti setelah matang, coba pada waktu proofingnya ditambah waktunya. Terkadang cuaca juga berpengaruh soalnya. Ada kalanya waktu proofing/pengembangan roti, bisa hanya 1-1.5 jam, tapi terkadang bisa sampai 2.5 jam... disesuaikan saja sampai tercapai besar roti yang diinginkan...

    Mudah-mudahan lain kali bisa lebih sukses lagi ya membuat rotinya... ^_^

    ReplyDelete
  42. Sesuai saran dr mb.Irene,ukuran Roti sudah bisa lbh besar dibanding sebelumnya (wl belum spt yg dijual di bakery).
    Pertanyaannya:
    1.Ukuran Adonan Proofing terakhir Tidak beda jauh setelah dipanggang ( volume hanya bertambah kira2 10 sd 15 % saja ).
    2.Apakah memanggang dg Otang berbeda hasilnya dg Oven Deck ?.
    3.Setelah semalaman (dalam kotak plastik rapat)= roti menjadi kering.
    Komposisi resep :
    Gula = 22%;BOS Palmia = 5%;Margarin BBL = 10%;Telur Utuh = 15%;Cakra = 100%;Susu Bubuk Full Cream = 3%;Ragi Instant = 1,5%;Air Es = 35%;Susu Evaporated = 10%;Garam = 1,2%.
    4.Bagaimana cara spy roti setelah semalaman,tetap lembut,lembab seperti baru keluar dari panggang ?,tetapi dengan bahan yg terjangkau harga bahan baku...

    Terima Kasih banyak atas masukannya....
    Ita

    ReplyDelete
  43. Hallo Ita...
    Saya coba jawab semampu saya ya...

    1. Roti sebelum dan setelah dipanggang memang mengembangnya tidak begitu banyak lagi kok... ^_^

    2. Saya rasa perbedaannya hanya masalah warnanya yang merata atau tidak, tapi untuk tekstur dan rasa lebih dipengaruhi pada saat menjadi adonan, apakah sudah kalis elastis atau belum...
    Saya sampai sekarang masih lebih sering memanggang roti dengan otang hock 30cm saya daripada dengan oven gas saya yang besar, karena lebih boros gas tentunya....
    Pada saat memanggang, loyang roti biasanya saya putar 1-2 kali agar merata warna coklatnya.

    3. Untuk komposisi adonan, banyak resep yang beredar dan silakan memilih mana yang cocok... saya juga beberapa kali mencoba meodifikasi resep sampai ketemu yang cocok, dan sudah saya share juga di sini (roti manis ala irene).
    Roti menjadi kering juga bisa karena adonannya belum kalis elastis, atau proses memanggangnya terlalu lama.

    4. Roti yang saya buat dengan resep saya tersebut, sampai 3-4 hari masih empuk dalam suhu ruang dan tekturnya tidak banyak berubah.

    Hal paling vital dalam membuat roti adalah adonannya yang sampai kalis elastis, hal ini tidak bisa ditawar... ^_^
    Untuk menghasilkan roti yang lebih besar, kenapa tidak dicoba membuatnya lebih berat? Misalnya biasanya 40 gram, coba buat menjadi 50 atau 60 gram... kalau roti manis isi, biasanya saya buat 60 gram supaya tampak agak besar...

    Selamat mencoba lagi ya.. jangan menyerah... ^_^

    ReplyDelete
  44. Irene....pa kabar? aku izin share link tips n trik bikin rotinya di blogku ya...

    ReplyDelete
  45. kalau lengket pakai rolling pin kayu pakek aja pipa bekas kecil okeeey

    thanks broooo atas infonya

    ReplyDelete
  46. @Okky: iyaaaa... maap lama nggak sempat ngurusi blog hehehehe....

    ReplyDelete
  47. hallo mbak Irene.....

    Terima kasih untuk postingan bentuk rotinya, jadi pengen buat roti lagi nich, kemarin aku buat roti bentuknya biasa2 aja.

    ReplyDelete
  48. Wah, bermanfaat sekali. Kebetulan baru mau belajar bikin roti (suka banget roti, tapi kalo beli terus tekor hihihi). Aku izin copy ya mba,mau ditempel di dapur step2nya.hehe....maklum belum pernah bikin roti sama sekali...=)..makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo dikopi... memang kalau beli terus lama-lama rasanya mahal... lagipula lebih enak buatan sendiri lho, selain hati juga puas bisa memberikan yang disukai oleh keluarga hehehe...mudah-mudahan berhasil ya.... ^_^

      Delete
  49. Mba Irene, apa penyebab adonan roti tidak mengembang pada saat proofing kedua?pdhl proofing pertama mengembang 2 kalinya, setelah adonan dikempiskan dan dimasukan loyang loaf..krn aku klo liat dlm 30 menit gak ngembang2..sdh dipastikan mau 2 jam jg gak an ngembang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Arum... kalau tidak mau mengembang lagi, mungkin raginya sudah kurang bagus. Kalau saya biasanya proffing pertama hanya 10 menit, tidak sampai mengembang 2 kali, setelah itu proofing keduanya baru yang sampai mengembang 2 kali lipat... dicoba lagi ya, mudah-mudahan bisa berhasil lain kali.... ^_^

      Delete
  50. MBA IRENE MAU NAYA
    KALO MANGGANG ROTI PAKE API BAWAH ATO ATAS BAWAH...MAKASI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pakai otang, pakai api bawah saja. Kalau pakai oven gas, biasanya saya pakai api bawah saja sampai matang dan atasnya agak kecoklatan, lalu dipakai api atas sebentar supaya warna coklatnya bagus....

      Delete
  51. hallo mba irene..
    terima kasih info dan resepnya...sudah saya coba mba..dibantu mama saya tentu nya hehehe...
    saya memanggang dengan oven hook diatas kompor gas seperti biasanya ketika saya memanggang untuk cake...dan untuk roti ini kenapa ya mba bagian bawah roti nya keras..jd pas mau dimakan bagian bawahnya mesti dibuang dl dehh sama anakku..
    memang oven mama kadang gak rata masak nya mba..mhn info nya lagi ya mba...

    makasi...kiky-palembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Kiky... ^_^
      Kalau bagian bawahnya keras itu apakah gosong? Kalau keras karena gosong, mungkin api kompornya terlalu besar. Kalau saya dengan oven hock, biasanya sekitar 10 menit di rak bawah, lalu pindah ke rak paling atas, sementara adonan berikutnya yang baru, masuk ke rak bawah, dst.
      Mudah-mudahan lain kali nggak keras lagi ya... ^_^

      Delete
  52. gak gosong mba cuma pas sudah matang agak keras bagian bawahnya..manggang nya hanya pake api bawah saja mba..nanti bikin lagi di coba'in deh pake api bawah dan atas hehe..
    siiipp makasi info nya ya

    salam...
    kiky palembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bagian tengahnya sudah empuk kah? Kalau kurang empuk, mungkin mengembangnya yang kurang maksimal. Pada saat proofing kedua, biasanya adonan mengembang sampai terasa "ringan", jadi waktu dipanggang rotinya tetap empuk. Memang butuh beberapa kali mencoba sampai kita mendapatkan pas seperti yang kita inginkan, dulu juga saya sering gagal hehehe.... jangan menyerah ya... ^_^

      Delete
  53. Makasih Mbak Irene untuk tips2 nya. kemarin cari2 cara ngebentuk roti karena bisanya bulat aja baru ketemu di sini dengan penjelasan lengkap---thanks banyak ilmunya.

    saya ngantor tapi suka buat roti karena anak2 dan istri(hahh)suka, nggak tau kenapa tertarik aja untuk buatnya.

    saya perhatikan hasil roti saya:
    1. hasil luar keras, dalam tidak keras-- sy memang pakai api kecil karena pakai kompor. Mungkin ini karena pakai api kecil yg lama ya? dan karena tdk mentul2 kali ya.
    2. tekstur dalamnya spt masih lengket/terkesan basah walaupun sudah ngembang 2x. mungkin ini karena saya buat nggak pernah mentul-mentul yah mbak.

    karena saya hanya pakai tangan gak pakai mixer jadi adonan tidak mentul2 maksimal yah mbak. Anggapan saya kalau sudah kalis yah cukup, ehhh ternyata nggak ya.

    terima kasih

    yohanes R

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Yohanes....
      Wah senangnya punya suami yang suka baking & cooking hehehe.....

      1. Kalau hasil luar keras mungkin memang karena kelamaan dipanggang ya... jangan takut pakai kompor, saya juga lebih sering pakai oven hock 30cm dengan kompor gas biasa kok... harusnya bisa tetap bagus dan menul-menul hasil rotinya... ^_^
      Yang penting, kenali kompor dan oven kita, kalau kebesaran apinya, lain kali dikecilkan, dst... nanti lama-lama bisa kita temukan nyala api yang pas seberapa besarnya untuk masing-masing kue/roti yang kita panggang...

      2. Sebetulnya kalau diperhatikan, adonan mengembang maksimal itu bisa lebih dari dua kali lipat lho... hehehe... yang penting adonan mengembang sampai terasa "ringan", kalau lengket di dalamnya mungkin memang belum maksimal mengembangnya. Coba lain kali ditambah waktu proofingnya ya...

      Nah ini dia, dulu saya juga kalau bikin adonan roti hanya sampai kalis saja, sesuai "perintah" yang ada di resep, ternyata yang betul harus sampai kalis dan elastis, kalau ditarik sampai tipis tidak mudah sobek. Adonan yang kalis elastis ini adalah penentu utama rotinya jadinya bagus atau tidak... Biasanya kalau hanya sampai kalis saja, roti yang sudah matang akan lebih cepat keras keesokan harinya... teksturnya juga kurang halus...
      Kalau ada dana lebih, bisa disisihkan untuk membeli heavy duty mixer seperti bosch yang tangguh untuk membuat roti, karena mixer ini sungguh sangat besar manfaatnya buat saya, menghemat banyak tenaga hehehe....

      Semoga lain kali bisa lebih bagus dan enak ya rotinya, supaya makin disayang istri dan anak-anak.... ^_^

      Delete
  54. Makasih banyak mbak Irene respondnya, kemarin2 sebelum baca blog ini saya penasaran apa yg membuat roti keras, sampai saya lama kan proofingya dan airnya plus menteganya dibanyakin (dugaan kalo ngembang full dan lembek maka empuk) hasilnya adalah rasa masam spt makan tape dan terlihat berlemak... hadohhhh..heheheheh ternyata salah duga. terus coba pakai bread improver masih sama saja (krn nggak berani banyak2 takut roti untuk anak sih). Memang harus pakai mixer keren baru bisa kayaknya. kadang kalau ke Mall,saya perhatikan si bread talk waktu buat dari jendela kacanya, spt nya biasa2 saja bahan dan prosesnya spt yg di internet, tapi hasil adonannya nya mentul2 luar biasa.

    Terus saya coba buat croissant dan pastry (penasaran katanya susah mesti di lemari es segala) walaupun bentuk roti yg sy buat masih amburadul (untung lihat disini cara2 bentuk rotinya--- kayaknya hanya web ini saja yang sharing terang2 an ngasih caranya--- lainnya gak ada lho), pernah sekali croisant hasilnya bagus dan ber layer2. Tapi selanjutnya kok texturnya malah spt roti yah nggak berlayer padahal sudah pakai corsvet, Mbak Irene ada petunjuk?. Menurut saya membuat roti juga merupakan karya seni yg tidak semua orang bisa lho---kalo beli mah semua juga bisa. rasanya kalo jadi itu ada kebanggaan tersendiri.

    Satu lagi nih mbak (kepanjangan ni), faktor yg membuat roti berasa enak : kelihatannya paduan antara kuning telur,butter dan susu nya yah mbak (diluar gula/garam/margarine)?.

    terima kasih banyak atas blog dan sharing2 nya, karena kalau urusan rejeki memang tidak kemana. semoga semakin berkembang dan sukses (mungkin buat tempat kursus lho mbak).

    regards,
    yohanes R di bogor

    ReplyDelete
  55. Tadinya saya juga pernah coba-coba, kalau air/susunya diperbanyak, siapa tahu jadi lebih menul-menul dan mengembang, nggak tahunya waktu itu justru habis dipanggang jadi mengkerut hahahaha...
    Penggunaan bread improver memang hanya sedikit kok, sekitar 4 gram saja per kg terigu.

    Untuk jenis pastry, sebetulnya bukan susah, tapi harus telaten dan sabar, karena lebih banyak dilipat-lipat maka akan lebih banyak lapisannya... Sedangkan setelah dilipat dan digilas, harus diistirahatkan lagi di kulkas. Mungkin kalau sampai tidak berlayer, waktu menggilasnya yang kurang tepat. Prinsipnya untuk pastry, lemak diratakan di permukaan, dilipat, simpan di kulkas. Jadi sebetulnya tidak harus korsvet, tapi bisa juga diganti butter, katanya bisa lebih gurih dan wangi (saya masih jarang bikin pastry karena prosesnya yang makan waktu, jadi kurang pengalaman juga secara praktek hehehe...).

    Kalau saya, jujur saya bukan penggemar roti, tapi suami dan anak yang pecinta roti. Jadi bagi saya, roti itu mirip-mirip saja rasanya hahaha.... tapi sejauh yang saya alami, makin banyak kuning telur hasilnya roti akan makin empuk/lembut. Susu yang menggantikan air, membuat rasa roti lebih milky, dan margarin atau butter, membuat roti lebih gurih....
    Karena itu saya berkali-kali mencoba memodifikasi resep, sampai akhirnya diperoleh resep roti manis yang pas (ada di blog ini juga), dalam artian tidak berat di ongkos, tapi sudah cukup enak, apalagi biasanya rotinya diberi isian, jadi faktor isian juga berpengaruh besar pada rasanya....

    Terima kasih kembali atas respon positifnya, saya pribadi punya prinsip, dengan membagi ilmu atau pengalaman, ilmu kita tidak akan berkurang kan? justru bisa bertambah kalau banyak yang sharing hehehe....
    Sejujurnya masih banyak sekali resep/tips yang ingin saya tulis di blog ini, hanya kadang kesibukan dan rasa malas yang menghalangi hahaha...
    Kalau untuk buka kursus dsb sepertinya belum, karena saya tinggal di kota kecil, dan penduduknya cenderung maunya yang murah meriah, jarang yang mementingkan kualitas... jadi saya sementara ini lebih suka sharing dengan cara seperti ini saja dulu hehehe....

    salam dari banyuwangi,

    irene

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik, terima kasih banyak Mbak Irene atas sharingnya.

      Ooooo rupanya roti saya kemarin yg keriput spt nenek2 itu salah satunya efek dari kebanyakan air. -)

      regards,
      yohanes r

      Delete
    2. Hahahaha betul, adonan kebanyakan cairan, setelah dipanggang justru akan mengkerut....

      Sama-sama, mudah-mudahan makin sukses membuat rotinya ya... ^_^

      Delete
    3. waduh, maaf nambah lagi mbak.

      kemarin2 karena maksud nya biar ngembang sempurna saya experimen dengan butternya di cairin dulu dan telur kuningnya dikocok terpisah (pake ilmunya buat bolu) sampe putih terus digabungin dng adonan, pikirannya sih biar ngembang. apa mentega dicairin memang cuma untuk bolu aja ya?

      Hasilnya: memble, tekstur jelek dan spt nempel basah gitu n tetep keras. pokoknya simpulannya experimen gagal.... kebiasanya jelek lagi, karena takut gula,lemak dan kolesterol biasanya takaran gula n butter nyasaya kurangi dari resep. sudah bisa ditebak hasilnya hehehe.

      Yah paling tidak sudah bisa buat roti perancis (baguette) yg keras secara nggak sengaja. kalo ditanya istri, tinggal bilang: saya emang sengaja buat baguette yg sehat kok... hahahaha.

      regards,

      yro

      Delete
    4. Hahahaha... pengalaman yang unik tapi berkesan... jadi tahu bahwa roti tidak bisa pakai mentega cair ya.... Tapi kalau untuk telur yang dikocok dulu, memang ada resep roti bluder yang telurnya banyak sekali, di mana telur dikocok dulu sampai mengembang dan putih. Hasil adonannya lembek tapi masih bisa dibentuk, dan roti bludernya super empuk....
      Nggak apa-apa eksperimen, kadang dari kesalahan kita jadi tahu mana yang seharusnya boleh atau tidak boleh dilakukan. Justru dari kreativitas itu bisa muncul ide-ide dan resep-resep baru lho hehehe.....

      Delete
    5. Nambah lagi mbak, minggu kemarin saya baru buat roti, dan isiannya karena ada selai strawberry saya isi. Cuma waktu jadi ternyata isi strawberry nya bocor ke dasar2nya sampe nempel di loyang?..padahal waktu ngisi saya yakin gak bocor deh...bikin bete ngebersihin loyangnya. padahal kelihatannya selai straw nya kental dah.. dugaan saya waktu baked adonan ngembang terus isinya jadi keluar. kalau spt itu sebaiknya apa yg diubah ya mbak?.. apa selainya di kentalkan lagi (dipanasi) gituh? atau selai dicampur terigu biar padat (ragu-ragu). wadoww maaf nanya mulu.

      terima kash
      yro

      Delete
    6. Nah... kalau selai yang beli, saya pernah, dan memang cenderung akan jadi bocor, mungkin karena selai yang beli itu kan biasanya encer, seandainya kental pun bukan karena padat tapi seperti jelly gitu ya.... untungnya waktu itu nggak banyak isiannya, jadi nggak sampai parah loyangnya hehehe... Kalau mau diisi selai, memang sebaiknya yang kental, atau lebih baik lagi selai homemade, seperti untuk isian nastar, jadi nggak akan luber lagi hehehehe... ^_^

      Delete
  56. Halo mbak Irene,
    minggu kemarin saya nyoba lagi buat roti pakai resep rotinya mbak. Karena tidak punya mixer bosch adonan saya bagi 3 terus diputar pakai mixer philips kecil --yah lumayan kalisnya beda dng pakai tangan (mo beli mixer bosch kata istri untuk apa..mahal, buatnya sedikit lagi...,karuan beli roti aja.. gubrakkk...hehehe). ngebentuk adonannya pakai botol dot bekas si bungsu dan proofing adonan pake magic jar di angetin sebentar terus ngembangnya sampai kena tutupnya.
    Hasilnya rotinya enak dan empuk di dalam. cuma luarnya sedikit keras tdk spt bakery gituh.

    oven saya pakai otang (kemarin2 bingung otang itu merk oven apa--cari2 di google ternyata 'oven tangkring' halahhh -)...) terus kompor rinai 2 mata. nyala kompornya pada posisi jam 10.00. Apa kekecilan api nya yah?.... kira2 besaran kompor yg benar itu pada sekitaran posisi jam berapa yah mbak?... takut gosong dan dalam tidak matang (memang sih setiap kompor beda). masalahnya oven nya juga jadul nggak ada termometernya segala.

    Terima kasih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo lagi Yohanes ^_^
      Sip deh kalau sudah bisa menghasilkan roti yang empuk menul-menul hehehe.... alat-alat apa pun yang bisa dipakai di rumah, dimanfaatkan saja semaksimal mungkin, kalau yang tidak perlu beli ya nggak usah beli. Hanya saja kalau mixer, kayaknya saya nggak kuat disuruh nguleni adonan roti deh makanya mau nggak mau beli bosch, itu pun sudah tahun 2002 lalu lho, sampai sekarang masih memuaskan performanya.....

      Kalau luarnya keras, mungkin apinya memang kekecilan. Memanggang roti biasanya 10-20 menit maksimal. Kalau pakai otang, biasanya saya sekitar 15 menit saja sudah sampai matang dan kecoklatan. Kebetulan otang saya merk hock yang muat loyang 30cm, termometernya sudah lama rusak, dan kompornya rinnai tapi yang 4 mata. Kalau saya api kompornya maksimal, karena saya pakai yang semburan apinya sedang, bukan yang besar. Kalau model kompornya yang apinya keluar desisnya, mungkin 3/4 dari putaran maksimal sudah cukup ya.... pokoknya biasanya itu sekitar 7-10 menit di rak bawah sampai bagian bawah rotinya kecoklatan, dan 5 menitan di rak atas sampai bagian atasnya kecoklatan juga...

      Mudah-mudahan nggak bingung dengan penjelasan saya ya.... ^_^

      Delete
    2. Baik Mbak Irene makasih banyak penjelasannya-bingung sih nggak cuma lier atuh -)....,mau googling dulu gambar rinai 4 mata spt apa tombol putaran apinya jadi bisa bayangkan maksudnya hehehehehe...., saya coba lagi deh-kelihatannya tinggal ilmu manggang pakai kompor nya nih yang perlu diperdalam lagi.

      terima kasih
      yohanes r

      Delete
    3. Hehehehe.... kalau mau cari di google, coba dengan kata kunci kompor tanam rinnai, lalu ada yang gambarnya 4 mata, nah saya pakai api yang kanan bawah. Kalau yang kiri bawah itu apinya lebar dan besar, jarang saya pakai ^_^

      Delete
    4. wahhh..pantes mbak,abis googling.. perasaan gak pernah lihat kompor rinai 4 mata ...gak taunya kompor mahal...wkwkwkwkwkw- makanya nggak nyambung dengan kompor kebanyakan hehehe

      regards

      yohanes r

      Delete
    5. Sebetulnya kalau dibilang mahal enggak juga lho... memang waktu itu th 2004 harganya sekitar 1.5 juta, tapi sangat meringankan pekerjaan saya yang tiap hari masak dan kadang harus memakai beberapa kompor sekaligus bersamaan. Dan sampai detik ini masih berfungsi dengan sangat baik lho hehehe.... dan satu lagi, gasnya jauh lebih irit dibandingkan dengan kompor biasa... bisa 2-3 kali lipat lebih irit, jadi kalau dibilang mahal enggak juga kan? hehehehe....

      Delete
    6. Benar Juga Mbak, kalau dilihat dari keseluruhan sisi bisa lebih feasible.
      Jumat malam, minggu kemarin saya buat roti sehabis kerja--pikirnya sebentar ,nggak taunya ampe jam 12 an malam..., itu juga nggak nunggu ampe ngembang bener proofing ke 1 baru ngembang dikit langsung dibentuk, abis itu kok gak ngembang2--langsung aja di bakar--udah kemaleman sih, hasilnya spt roti jawa jadul--tidak bantat tapi tidak ngembang banget dan pori2nya kecil2--tapi nggak bantat. makannya sabtu besoknya dan kata anak2 tetap enak dan cepet kenyang ( "nendang"). Kelihatannya mungkin karena fermipannya ex adonan terdahulu sama proofingnya keburu2 krn ngantuk. jadi kesimpulannya kalo nggak siap banget jangan buat roti malem2.... diuber target waktu jadi sembrono hehehehehe...

      Besok minggunya--pagi, diulang lagi dengan bahan semua baru, proofing malah di oven yang sudah dikasih loyang yang berisi air mendidih, biar afdol sekalian ovennya di jemur di matahari pagi--sedikit norak tapi gpp lah. Hasilnya ngembang semua full. panggannya juga pakai api besar nggak pakai takut2 gosong, sebentar saja 10-15 menit matang tuh dan empuk dan teksturnya bagus, kelihatannya ini versi terbaik dari yg pernah saya buat deh. cuma bentuknya setelah ngembang jadi berantakan.

      makasih ya mbak atas resep2 dan tips2 teorinya nya---ini persis pelajaran IPA -- apa dan kenapa nya nyambung. Akhirnya bisa juga buat roti yg genah..hehehehe. Kata siapa bapak2 nggak bisa buat..wkwkwk. kalo beli mah, semua juga bisa ya.... -)

      regards,
      yohanes r

      Delete
    7. Ah betul banget, kalau bikin roti memang harus meluangkan waktu yang banyak, atau memperhitungkan waktu dengan tepat.
      Kalau saya, kan jam 6 sore mesti ke kantor lagi sampai jam 8 malam, jadi kalau mau bikin jam 5-an sore, lalu cepat-cepat dibentuk, terus ditinggal kerja. Nah pulangnya jam 8 atau 8.30 malam, sudah mekar sempurna (kalau cuaca dingin malah kadang belum apalagi kalau hujan). Nah, tinggal panggang deh, jadi waktu proofingnya nggak pake ditunggu hehehehe...

      Tapi saya senang akhirnya Yohanes bisa bikin roti sesuai yang diharapkan ya... saya dulu juga pertama kali jadi dan empuk, senaaaaaaaang sekali, karena sebelumnya selalu keras hahahaha.... kalau masalah bentuk itu nomer 2, karena yang penting rotinya enak apa enggak... dan saya salut sama suami yang senang berada di dapur demi keluarganya hehehehe... moga-moga jadi makin disayang istri dan anak2 ya...... ^_^

      Delete
  57. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Mbak Irene, salam kenal. Ijin copas aneka tips 'n triks rotinya ya. Semoga makin bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Neng Ella, mudah-mudahan bermanfaat ya.... ^_^

      Delete
  60. Mbak mikser Bosch nya tipe yg mana ? Saya pengen banget beli yg tipe MUM. Masih nyari testimoninya ? Mohon pencerahannya Mbak?
    Pengen banget bisa membuat roti dan bakpao, biar nggak capek nguleni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan lihat gambarnya di http://ireneskitchenbwi.blogspot.com/2011/05/peralatan-bakingku-mixer.html

      Delete
  61. Irene, makasih banyak ya buat contoh variasi rotinya. Aku mau tanya nih, gimana caranya lihat adonan roti kita sudah siap dipanggang atau belum? Karena klo berdasarkan waktu kan gak mesti sama, karena pengaruh cuaca. Supaya bisa pas dan tidak overproofing bagaimana tanda2x nya ya. Makasih. Elisabeth.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Elisabeth.... ^_^
      Roti yang sudah siap dipanggang, biasanya adonannya jadi terasa "ringan"... gimana ya menjelaskannya secara kata-kata ehehehe... kalau adonan yang baru dibentuk kan padat/berat, makin lama setelah proofing kan jadi makin "ringan" dan terasa kopong. Nah sampai terasa ringan ini baru deh dipanggang.....
      Mudah-mudahan bisa dimengerti ya bahasanya hehehe... ^_^

      Delete
  62. Hai Irene ...salam kenal
    thanks ya buat infonya ,, aku mau tanya nih .. Tiap kali aku manggang roti di oven selalu bawahnya gosong duluan tapi atasnya belum mengguning sempurna . jadi terpaksa aku keluerin dari ovben padahal warnanya masih kuning muda . basiccly dalamnya sih uda matang cuma warna permukaan nya belum mengguning .thanks Irene.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu apinya terlalu besar, jadi bawahnya yang gosong duluan... Coba apinya agak dikecilkan, selain itu kalau bagian atasnya ingin lebih coklat, pindahkan ke rak paling atas, atau jika ada, pakai api atas... semoga berhasil ya... ^_^

      Delete
  63. mbak kenapa ya stiap saya bikin selalu keras flour 250 egg yolk 1 apa kurang tlornya apa apa nya yg slah padhal smua udh pas fermentasi pas khalis udh tapi bagian atas yg sudah di oven selalu keras tlong ksih masukannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo teguh...
      Sebetulnya telur 1 untuk 250g terigu sudah cukup kok, saya malah 1 kg terigu telurnya cuma 3 hehehe....
      Mungkin masih belum sampai kalis elastis adonannya, jadi permukaannya setelah dipanggang jadi keras.... atau api oven terlalu kecil, jadi pada saat matang, bagian luarnya agak keras.... dicoba lagi yah, jangan putus asa ^_^

      Delete
  64. haloo mbak irene
    mbak saya mau tanya
    saya membuat roti banyak banget keluhannya
    1.roti menjadi keriput saat di oven ?
    2.roti tidak mengembang saat di steem ?
    3.roti malah melebar ke samping ?
    sekalian dunk tolong trick membuat bentuk2 roti tq yah mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo angga.... ^_^

      1. bisa ada 2 kemungkinan, yang pertama bisa karena kebanyakan cairan. Kalau terlalu banyak airnya, setelah dipanggang jadi keriput. Kemungkinan kedua, over fermentasi (terlalu lama proofingnya), jadi sudah maksimal, akhirnya malah mengempes lagi (keriput).

      2. Kalau dikukus saya belum pernah, tapi mungkin karena apinya terlalu besar? jadi uapnya kebanyakan... ini mungkin lho ya... soalnya mau bikin bakpao dari dulu tertunda terus jadi belum ada pengalaman hehehe.... Bisa juga karena fermentasinya masih kurang lama, jadi belum mengembang sempurna....

      3. Kalau melebar ke samping, ini juga bisa karena kebanyakan cairan, atau terlalu banyak isinya, jadi "berat", mengembangnya jadi ke samping bukan ke atas....

      Tapi hal utama dari membuat adonan yg terpenting adalah harus kalis elastis, jangan cuma kalis saja ya.... dulu saya sering gagal karena ternyata kurang elastis ini.... ^_^

      Untuk bentuk-bentuk roti, sudah saya share semua yang saya bisa di sini kan hehehe... nggak ada yang dirahasiakan lagi....
      Mudah-mudahan nggak kapok ya bikin roti lagi...

      Delete
  65. duh mb, berguna banget nih, aku baru mau belajar bikin roti, tapi masih cari2 info, dan kebetulan ini web pertama yg memberi tau dgn lengkap cara membentuk roti. tq ya.. lgsg masuk web favorit nih.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senang sekali kalau bisa berguna buat anita.... mudah-mudahan sukses ya membuat rotinya.... ^_^

      Delete
    2. aloow sist tengkyu ya tips & trikx bikin bentuk roti manisx... skrg aq jd bs bikin bentuk roti manis yg cantik awalx sih aq ga bs sama sekali n mau nyoba bikin tp bingung mau membentukx, eh syukurx aq ktm info yg bermanfaat ini,skrg aq jd bs bikin bentukx n skrg jd peluang usaha q lho...
      sekali lg tengkyu yach.... ^_^

      Delete
    3. Senang sekali kalau bisa bermanfaat bagi orang lain... semoga semakin maju ya... ^_^

      Delete
  66. Mbak Irene terima kasih atas postingan tentang roti, bisa nambah ilmu tentang per ROTI an... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali... senang jika bisa bermanfaat ^_^

      Delete
  67. salam kenal, mbak irene. matur nuwun banget ya atas info2nya. bener2 membantu dan menambah pengetahuan perbakingan bagi saya yang masih sangat pemula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali bunda Qifie... terima kasih kembali, senang bisa membantu... ^_^

      Delete
  68. tx berat buat info nya,
    mo tanya masalah roti kriput,
    saya buat roti total berat nya 1200grm, total air 500grm, ragi 15gr, bread improver 10gr
    lama proofing 45 sd 60m
    salah dimana yah?
    berat roti @60 sd 65gr
    tx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Roti keriput biasanya karena terlalu banyak cairan atau terlalu lama waktu proofingnya. Tapi kalau saya lihat dari komposisi dan waktu proofingnya tidak ada yang berlebih sih... saya kalau proofing bisa sampai 2 jam, tapi nggak keriput juga.
      Yang dimaksud total berat 1200 gram itu terigunya saja kan? Kalau 1200 gram itu total berat adonan, berarti terlalu banyak airnya...

      Delete
    2. total ideal jumlah cairan dalam 100% tepung adalah 60% cairan untuk protein tinggi 11-12%

      dan biasanya roti keriput ada 3 hal penyebabnya:
      1.over fermentasi.
      2.terlalu banyak total cairan dalam adonan.
      3.pembentukan tidak tepat atau permukaan belum dilicinkan terlebih dahulu.

      tips:
      Untuk mengisi roti model bulat atau apapun selalu dibalik terlebih dahulu karena bagian yang dirol itu adalah menjadi bagian atasnya.

      thx.

      Delete
  69. aku suka bgt makan roti tapi sayangnya g pernah bikin, pengen nyoba neh. makasih mba' irene,,

    ReplyDelete
  70. Mba' Irene yang cantik, mau tanya neh. kenapa ya roti ku bantet, rotinya ngembang tapi hasilnya super keras. sedihnya setengah pingsan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yanti, kalau roti keras, biasanya karena adonannya belum benar-benar kalis elastis. Dulu saya juga sering begitu lho, hanya sampai kalis saja, ternyata jadinya keras/bantat. Usahakan adonannya benar-benar kalis elastis, kalau ditarik tipis tidak mudah sobek, niscaya hasil rotinya akan mengembang dan juga empuk. Jangan patah semangat ya... dicoba lagi ^_^

      Delete
  71. mbak ijin share yaa....tengkyu


    nu2nk

    ReplyDelete
  72. Suka banget sama blognya. Keep posting ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih... saya akan usahakan rajin posting ya... ^_^

      Delete
  73. Irene, bentuk2 roti yg ditampilkan dlm blog ini menambah inspirasi saya. Selama ini bentuk roti yg saya buat bentuk2 dasar saja. Yg agak cantik adlh spt bentuk bunga. Adonan dg isi dibentuk bulat, sedikit dipipihkan. Kmd dikerat keliling, tp tdk sampai putus, dibagi jadi 8 (4 dulu, lalu dibagi msg2 2, jadi total 8). Lalu sedikit diplintir dan ditidurkan. Sangat cantik kalau isiannya berwarna, mis. kacang merah, coklat dll. Bentuk tsb. inspirasi dari Primarasa resep bakpau. Bisa kebayang?
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk bentuk bunga seperti bunga mawar, saya sudah mencobanya untuk membuat bakpao, hanya belum sempat dishare di sini... tapi dibaginya menjadi 6, bukan 8. Untuk bagian memlintirnya yang belum ada gambaran, tapi mungkin kaan-kapan akan saya coba deh... ^_^

      Delete
    2. Saya menemukan beberapa variasi bentuk roti di blog Pantes Bakery. Ada yg spt kuncup bunga mawar (apa ini maksud Irene spt bunga mawar, atau lain lagi?), ada pula yg lainnya. Yg bentuk kuncup mawar ini kemarin sdh saya praktekkan, dan cantik sekali. Hanya saya kurang kuat merekatnya, jadi 1 kelopak terbuka ha..ha.. Beberapa variasi mungkin Irene sdh tahu ya. Barangkali mau menambah koleksi, silahkan intip blog-nya.
      Sisca - Surabaya

      Delete
    3. Oke nanti saya akan luangkan waktu untuk lihat blog tersebut ya... terima kasih banyak atas informasinya ya mbak sisca, jadi bisa menambah perbendaharaan ilmu ^_^

      Delete
  74. halo mba irene,makasih buat tips2nya berguna bgt buat sy yg br bljar.heheh....sy mau ty nih.....
    kenapa yah sy manggang pake oven listrik tp hasilnya bawahnya gosong duluan,atasnya msh putih dan dlmnya blm mateng?(suhunya 180 pakai api bawah)
    lalu saya coba pake api atas bawah hasilnya yg bagian atasnya jd keras kenapa yah?
    mohon bantuannya...^^ thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau keras di luar dan belum matang di dalam, berarti apinya terlalu besar. saya belum pernah pakai oven listrik jadi tidak tahu bagaimana penanganannya, tapi coba diutak-atik suhunya dikecilkan. api atas untuk mencoklatkan permukaan hanya dipakai jika rotinya sudah matang saja.... ^_^

      Delete
  75. Halo mba Irene,mau tanya ya..
    Jadi,kalo panggang roti dng oven Hock no 3,itu 10 menit pertama pake rak tengah,trus 5 menit trakhir pake rak paling atas. Aku punya hock yg ada tempat arangnya. Perlu dibuka ga atasnya?
    Trus (ini aga melenceng dr pe-rotian ya) mba ovennya langsung taro di kompor atau pake penyangga? Penyangganya pake apa mba?tq

    Regards,

    Lina

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Lina... ya betul... saya memanggangnya di rak bawah sampai permukaaan atas roti mulai kecoklatan, setelah itu dipindah ke rak atas (kadang perlu diputar juga loyangnya kalau panasnya kurang rata seperti oven saya hehehe...) sampai coklatnya rata.
      Bagian atas oven nggak perlu dibuka kok, jadi dipakai biasa saja.
      Kalau saya, karena kompornya sudah cukup kokoh, saya tidak menggunakan penyangga seperti batu bata dll, tapi di tempat saya ovennya agak miring ke depan. Ketahuannya kalau bikin cake, bagian depan lebih tebal, karena itu saya beri penyangga dengan sebuah loyang kecil yang tidak terpakai, ditambah sebuah kayu yang agak panjang. Dengan begitu posisinya jadi tidak miring lagi.
      Kalau dulu, saya pakai kompor rinnai yang 2 mata, itu saya pakai penyangga, karena kalau tidak, ovennya rawan miring, terpeleset atau goyang-goyang. Waktu itu saya membuat penyangga dari besi, bikin di tukang las. Jadi besi ini kotak besar dengan 4 kaki, posisinya melingkupi seluruh kompor, dengan 2 penyangga di tengahnya. Duh, bahasanya kacau begini mudah-mudahan ngerti ya..... Seperti kerangka meja, tapi diberi 2 penampang lagi supaya kokoh... mudah-mudahan ngerti ya Lina... Semoga sharing saya ini berguna ya.... selamat membuat roti ^_^

      Delete
  76. Sudah dimengerti mba.. Sekarang lg mau ngukur unt bikin alasnya biar bawa ke tukang las. Mdh2an ga mahal.. ^^
    Aku kmrn2 sempet bikin roti jg mba,tapi atasnya ga nyoklat,tapi pucet gt. Ga cakep deh. Pake otang jg,tp bkn hock. Uk nya kecil.mdh2an nanti bs coklat.
    Oia,mo tny lg mba. Jadi wkt itu kan aku nyoba bikin ala roti boy gt pake isian butter beku. Lalu hasilnya...taaarraaa... Bocor sodara2... Hix.. Padahal udah aku cubit2 & plintir2 tuh bawahnya mba. Ada trik khusus biar ga bocor ga mba?tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau isian roti bocor, kemungkinan adonannya sendiri kurang kalis elastis, makanya mudah bocor. Dulu saya juga begitu. Jadi adonannya akan mudah putus kalau belum sampai kalis elastis. Selain itu, posisi isian kalau bisa juga di tengah. Saya pernah membuat roti isian selai coklat, posisi coklatnya terlalu pinggir, kurang tengah, jadinya bocor juga hehehe... Pokoknya jangan patah semangat ya... coba lagi... ^_^

      Delete
  77. Lapor komandan! Rotiku mengembang dng sukses. Eh,pas dcobain,kok tawar yak?eh,ternyata lupa masukin garem ndan.. Trus tekstur rotiku kok kaya kering gt ya?trus lg ga coklat atasnya mbaa..huhu..biar coklat gt, mba biasa taro rak atas brp lama ya,tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Lina... hehehehe.... ikut seneng kalau rotinya mengembang sukses.... Kalau atasnya kurang coklat, mungkin memanggang di rak atasnya kurang lama. Untuk roti, memanggangnya tiak perlu terlalu lama supaya tidak kering teksturnya. Coba api kompornya diperbesar, jadi waktu memanggangnya lebih cepat dan permukaannya juga lebih cepat coklat.... mudah-mudahan lain kali lebih bagus lagi ya hasilnya... ^_^

      Delete
  78. halo mba irene.....makasih bnyak buat ilmux ...
    kemarin aku bikin donatx sukses banget...baru tau klo kalis elastis itu seperti apa...
    tetap sehat dan tetap jadi orang baik ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama... terima kasih juga untuk doanya.... senang jika bisa bermanfaat untuk orang lain... ^_^

      Delete
  79. mba irene yg cntik...
    klo kasusx donat yg pas dingin terus jadix mengecil itu npa ya..?mskipun bgtu rasax ttp lembut..

    ririn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau setelah dingin jadi mengecil atau mengerut, kemungkinan waktu pengembangannya sampai overproofing (terlalu mengembang) atau terlalu banyak cairan, sehingga pada saat digoreng tetap mekar, namun setelah dingin jadi mengerut lagi....

      Delete